Tak terasa, 15 Mei kemarin merupakan peringatan Nakba Day yang kedelapan kalinya bagiku. Nakba yang diartikan sebagai bencana bagi warga Negara Palestina mengingat di hari inilah 64 tahun yang lalu mereka mulai terusir dari kampung halamannya sendiri akibat aneksasi yang dilakukan Zionis Israel. Peringatan Nakba Day sendiri memiliki sisi historis bagiku. Peringatan inilah yang menjadi pintu gerbang awal pengenalanku terhadap Palestina secara lebih mendalam. Perkenalan yang terjadi saat aku masih duduk kelas 1 SMA di kota Apel, Malang.
Bersekolah di sekolah berlabel Islam berasrama dengan kultur tarbiyah sejatinya membuatku tak asing lagi dengan termin-termin seperti Palestina, Al Quds, Hamas, Gaza dan Al Aqsha. Nasyid yang diputar di lingkungan asrama tiap harinya melalui speaker Masjid dari jam 05.30 hingga 06.30 pun selalu berisi syair mengenai Palestina. Bahkan para murabbi kami yang notabene adalah aktifis dakwah kampus di Unibraw dan Ummuh Malang tak bosan-bosannya menekankan tentang pentingnya posisi Masjidil Aqsha bagi Umat Muslim. Namun waktu itu aku masih belum mengapresiasi terhadap hal-hal semacam ini. Sampai akhirnya momen itu tiba! Lanjut Baca »
























